Anda pernah mendengar istilah jejak? Yupzs, jejak dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai bekas tapak kaki; bekas langkah; jatuhnya kaki di tanah dsb; atau juga tingkah laku (perbuatan) yg telah dilakukan. Banyak tata bahasa yang menggunakan istilah jejak. Ada jejak hewan, jejak manusia, jejak alam, namun ada juga istilah bahasa jejak roti. Apakah maksudnya? Yuk, mari kita simak ulasan topik posting ke dua di bawah ini.
Masih pada topik yang sama, yaitu membahas tentang situs ‘Aneka Bunga’, http://www.anekabunga.com/, pada postingan sebelumnya. Kali ini penulis akan membahas salah satu dari tiga guidelines dalam Interaksi Manusia dan Komputer:
Ø Where (logo & name, direct homepage, search)
Ø Orient the rest of the site (breadcrumb, site map)
Ø Don’t assume they followed a drill-drown path
Pada situs ini, ternyata tidak menggunakan ‘jejak roti’, atau istilah bahasa Inggrisnya disebut dengan breadcrumb , pada setiap menu halaman. Walaupun pada kotak URL tertulis nama halamannya, tapi hal ini tidak sesuai dengan guidelines ke dua di atas. Sebab, breadcrumb digunakan untuk memudahkan pengguna dalam mengetahui posisinya ketika sedang mengakses situs ini. Sehingga pengguna tidak perlu mengingat-ingat kembali apa yang telah dilakukan sebelumnya dan saat ini.
Lihat gambar di atas. Gambar tersebut menunjukkan bahwa pengguna sedang berada pada halaman menu ‘Halaman Utama’. Ditandai dengan menghitamnya menu ‘Halaman utama’. Padahal pada gambar tersebut pengguna sedang berada di halaman menu ‘Cara Pemesanan’.
Selain itu, pada situs ini button yang disediakan seperti button ‘Login’, ‘reset’, dan ‘search’ bentuknya tidak seperti button pada umumnya yang memiliki efek timbul pada kotaknya. Seharusnya, berdasarkan standar Interaksi Manusia dan Komputer, bentuk antara button dan kolom yang dapat diisi untuk login atau search, itu dibedakan. Sehingga pengguna, apalagi yang baru mengenal internet, tidak dibingungkan dengan hal tersebut.





